Pendidikan Anak

Menangani Perasaan Negatif Anak

Posted on: January 25, 2009

John Gray Ph. D. di dalam bukunya ‘Children Are From Heaven’ berpesan tentang lima perkara mengasuh dan mendidik anak secara positif.

1. Boleh saja berbeza

2. Boleh saja membuat kesalahan

3. Boleh saja mempunyai emosi negatif

4. Boleh saja menginginkan lebih banyak

5. Boleh saja berkata tidak, tetapi ingat Ayah dan Ibu adalah BOS dalam keluarga

Menyentuh perkara ketiga, emosi negatif anak-anak yang sering menguji ibu bapa adalah seperti marah, sedih, takut, muram, mengamuk, malu, cemburu dan ragu-ragu. Perasaan seperti ini sering ditunjukkan oleh anak-anak kecil yang sedang berkembang. Perkembangan emosi pasti perlu dititik beratkan oleh ibu bapa. Mendidik anak agar dapat mengatasi emosi seperti di atas pastilah penting agar mereka dapat berkembang dengan optima sehingga dewasa.

Maka, peranan orang tua adalah mencipta kesempatan-kesempatan yang sesuai bagi anak-anak untuk merasakan dan mengutarakan perasaan negatif mereka. Namun begitu, perasaan-perasaan negatif ini sering diutarakan pada waktu yang tidak tepat oleh anak-anak. Hal ini sudah tentu perlu diterima dengan lapang dada. Jangan cepat melatah dan terburu-buru dengan menunjukkan tindakan emosi negatif juga. Seorang ibu biasa saja tersilap melepaskan perasaan negative itu, apatah lagi seorang anak yang sedang berkembang.

Seperti kebanyakan ibu bapa sedia maklum, anak-anak lebih cepat menyerap tindakan yang diperlihatkan ibunya. Sekiranya ibu bapa mula menyuarakan perasaan risau, takut, malu, marah dan sedihnya kepada anak, maka anak-anak akan mempelajari sesuatu daripada situasi itu. Apakah yang dipelajari mereka?

Anak-anak perlu didorong dan diajar mengatasi sesuatu kondisi. Dengan mengekspresi emosi ibu bapa, hal ini tidak akan member pelajaran yang baik buat anak. Dengan bertindak secara optimis dan berfikir positif, ibu bapa mampu mengawal perasaannya dan tidak mengekspresinya sehingga anak-anak terasa beban dengan situasi itu kemudian mereka lebih cenderung untuk turut menunjukkan emosi negetif tersebut. Mereka tidak dapat belajar cara mengatasi suatu kondisi dengan akal yang matang, tetapi mengatasi dengan emosi yang negatif. Kerana itulah yang dicontohi ibu bapanya.

Sebagai contoh, seorang anak memanjat pokok kemudian sang ibu mula menghalangnya dengan berkata, “jangan panjat pokok tu, ibu takut kamu akan jatuh nanti.” Terdapat cara yang lebih baik dalam menghadpi situasi ini. Sebagai contoh, seorang anak kecil menarik kerusi menuju ke aquarium untuk melihat ikan dengan lebih dekat. Ibu yang permisif, pasti betindak dengan menghampiri anaknya di sebelah aquarium, dan bertanya tentang perasaannya ketika itu.

“Seronok ke tengok ikan?”

atau,

“ikan tu buat apa tu?”

atau,

“Pandainya anak ibu, tak sampai untuk tengok ikan, buna kerusi untuk naik.”

Kan mudah dan optimis sekali. Sekaligus anak mempelajari untuk menghargai perasaan orang lain dan menemukan saat-saat yang indah bersama itu.

Maka dengan ini, anak kita pasti berkembang dengan positif. Bukan kita yang menghambat perkembangannya, malah kita yang mengembangkan perasaan cinta, kepimpinan dan sebagainya dalam diri seorang anak.

2 Responses to "Menangani Perasaan Negatif Anak"

Sebuah blog yang cukup baik. Teruskan beri input berguna kepada ummah. Tahniah dan selamat maju jaya

masukan dan pencerahan sangat di alu-alukan… maklumlah baru belajar menulis.. dari blog saudara Fauzul, saya dapat banyak input tentang penulisan. Terima Kasih..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: